Edukasi Kesehatan

Pap Smear: Prosedur, Persiapan, dan Siapa yang Perlu Melakukannya

Diperbarui September 25, 2026 Waktu baca 3 menit
Pap Smear: Prosedur, Persiapan, dan Siapa yang Perlu Melakukannya
Jawaban singkat

Pap smear adalah pemeriksaan sel-sel leher rahim (serviks) untuk mendeteksi perubahan sel sejak dini, sebelum berkembang menjadi kanker serviks.

Prosedurnya singkat. Kementerian Kesehatan menganjurkan deteksi dini bagi perempuan yang sudah aktif secara seksual, terutama usia produktif.

Mengapa deteksi dini penting

Kanker serviks di Indonesia

  • Kanker serviks adalah kanker tersering kedua pada perempuan Indonesia setelah kanker payudara, dengan perkiraan 36.964 kasus baru dan 20.708 kematian pada 2022.
  • Infeksi HPV membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 15 tahun untuk berkembang menjadi kanker serviks — rentang waktu yang memungkinkan deteksi dini.
  • Pada 2018–2020, 77,9% kasus kanker serviks yang datang ke RSCM sudah berada pada stadium lanjut.
Sumber: Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (mengutip GLOBOCAN 2022 dan data RSCM).

Karena perjalanannya panjang, pemeriksaan rutin memberi kesempatan besar untuk menemukan perubahan sel sebelum menjadi kanker.

Bagaimana prosedurnya

  1. Pasien berbaring dalam posisi pemeriksaan.
  2. Tenaga medis menggunakan alat bantu untuk melihat leher rahim.
  3. Sampel sel diambil dengan sikat atau spatula kecil.
  4. Sampel dikirim ke laboratorium patologi untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Prosesnya berlangsung beberapa menit. Sebagian perempuan merasakan sedikit tidak nyaman, namun umumnya tidak menimbulkan nyeri berarti.

Masih ragu atau merasa canggung?
Tanyakan dulu kepada tim Biotest tentang prosedur dan persiapannya — tidak ada pertanyaan yang dianggap terlalu kecil.

Persiapan sebelum pemeriksaan

  • Hindari jadwal saat sedang menstruasi.
  • Umumnya dianjurkan tidak berhubungan seksual, tidak menggunakan cairan pembersih kewanitaan, dan tidak memakai obat vagina satu hingga dua hari sebelum pemeriksaan, kecuali atas arahan dokter.
  • Sampaikan kepada petugas bila sedang hamil atau memiliki keluhan tertentu.

Siapa yang perlu melakukannya

Direktorat Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan menekankan deteksi dini bagi perempuan usia produktif 30–59 tahun yang sudah aktif secara seksual. Kementerian Kesehatan juga menganjurkan skrining berbasis DNA HPV setiap lima tahun bagi perempuan usia 30–49 tahun. Metode dan jadwal yang paling tepat sebaiknya ditentukan bersama dokter.

Pap smear tersedia di Biotest sebagai bagian dari layanan Sitologi & Patologi Anatomik. Ketersediaan dapat berbeda antar cabang.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah pap smear sakit?
Umumnya tidak menimbulkan nyeri berarti, meski sebagian perempuan merasakan sedikit tidak nyaman selama beberapa saat.
Kapan waktu yang tepat untuk pap smear?
Hindari saat menstruasi. Konsultasikan jadwal yang tepat dengan tenaga medis.
Siapa yang dianjurkan melakukan pap smear?
Perempuan yang sudah aktif secara seksual, terutama usia produktif. Kementerian Kesehatan menekankan deteksi dini pada usia 30–59 tahun.
Apa beda pap smear dan tes DNA HPV?
Pap smear memeriksa perubahan sel leher rahim, sedangkan tes DNA HPV mendeteksi keberadaan virus HPV yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Dokter dapat menganjurkan salah satu atau keduanya.
Langkah berikutnya

Jadwalkan pap smear Anda

Deteksi dini memberi peluang terbaik. Tanyakan ketersediaan di cabang Biotest terdekat.

Lihat Pemeriksaan Diagnostik

Sumber

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Kanker Serviks, Bisa Dicegah, Bisa Dieliminasi. keslan.kemkes.go.id
  2. Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat). Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim). ayosehat.kemkes.go.id
  3. ANTARA News. Minim skrining, kanker serviks masih mengancam perempuan Indonesia, 7 Januari 2026. www.antaranews.com
Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter. Pemeriksaan dilakukan sesuai indikasi dan konsultasi tenaga medis. Bila Anda memiliki keluhan berat, segera konsultasikan ke dokter.